Orang yang Pertama Kali Merayakan Maulid Nabi Muhammad S.A.W atau mencetuskan Perayaan Maulid Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wa Salam
Kalau anda tuduh kami dengan tidak mencintai nabi karena
tidak merayakan hari kelahiran nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, maka
kami katakan “Wallahi.. Demi Allah para sahabat jauh lebih mencintai Nabi
Muhammad dari pada anda”

Pertanyaan:
-Adakah para sahabat merayakan maulid nabi ?? Jawabnnya :
“Tidak”
- Khulafa Ar Rasyidin secara khusus, apakah mereka merayakan
maulid nabi Muhammad ?? Jawabannya: “Tidak”
- Para tabi’in dan tabiut tabi’in, adakah merayakan Maulid
nabi ?? Jawabannya: “Tidak”
- Imam yang 4, Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syaf’i, Imam
Ahmad adakah mereka merayakan maulid nabi ?? Jawabannya: “Tidak”
Maka jawabannya , anda telah memfitnah mereka tidak
mencintai Nabi karena mereka tidak merayakan maulid Nabi Muhammad shallallahu
alaihi wa sallam. Laa haula wa laa quwwata illaa billah, betapa lancangnya
lisan anda.
Merayakan maulid nabi bukanlah suatu bukti akan kecintaan
seseorang terhadap Nabi Muhammad, bahkan merayakan maulid nabi adalah salah
satu sebab seseorang jauh dari kecintaan nabi Muhamad shallallahu alaihi wa
sallam.
Mengapa begitu?? Simaklah ayat ini:
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ
اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ
“Katakanlah Wahai Muhammad, jika
kalian mencintai Allah maka ikutilah aku niscaya Allah akan mencintai kalian”[1]
Jelas ayat ini menyatakan, bukti kecintaan Allah dan
RasulNya adalah dengan mengikuti Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.
Pertanyaan kami: Adakah nabi merayakan maulid nabi ??
Jawabannya “Sama Sekali Tidak Pernah” . Mengapa anda tidak mengikuti nabi
dengan tidak merayakannya ?? Bukankah anda mengaku-ngaku mencintai nabi
Muhammad shallallahu alaihi wa sallam ?? Maka apakah perayaan maulid nabi
bentuk kecintaan kepada nabi atau jauh dari kecintaan Nabi ?? Silahkan Jawab
sendiri.
Maka benarlah perkataan ibnu mas’ud radhiyallahu anhu
bahwasanya niat baik akan tidaklah cukup jika caranya salah:
وَكَمْ
مِنْ مُرِيدٍ لِلْخَيْرِ لَنْ
يُصِيبَهُ
“Betapa banyak orang yang
menginginkaan kebaikan akan tetapi tidak mendapatkannya”[2]
Maka dari itu karena tidak ada satupun dalil dari Al Quran
maupun sunnah nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam yang menunjukkan Nabi
merayakan maulid nabi dan tidak ada riwayat yang menunujjukkan bahwasanya para
sahabat merayakan maulid nabi, maka kami menasihati orang-orang yang gemar
melakukan maulid sebagaimana yang dikatakan oleh ibnu Katsir dalam tafsirnya:
وَأَمَّا
أَهْلُ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ، فَيَقُولُونَ: فِي كُلِّ فِعْلٍ
وَقَوْلٍ لم يثبت عن
الصحابة رضي الله عنهم
هُوَ بِدْعَةٌ لِأَنَّهُ لَوْ كَانَ خَيْرًا
لَسَبَقُونَا إِلَيْهِ، لِأَنَّهُمْ لَمْ يَتْرُكُوا خَصْلَةً
مِنْ خِصَالِ الخير إلا
وقد بادروا إليها
“Adapun Ahlussunnah Wal Jama’ah,
maka mereka mengatakan: Setiap perbuatan dan perkataan jika tidak tetap berasal
dari para sahabat radhiyallahu anhum maka dia adalah bid’ah, karena seandainya
amalan / perbuatan tersebut baik maka pastilah mereka telah mendahului kita
melakukan hal tersebut. Karena mereka tidak mungkin meninggalkan suatu perangai
dari perangai-perangai baik kecuali mereka telah bersegera melakukannya”[3]
Kami ulangi:
“Lau kaana khoiran lasabaquunaa
ilaihi” “seandainya amalan / perbuatan tersebut baik maka pastilah mereka telah
mendahului kita melakukan hal tersebut”
Tatkala kita dapati perbedaan pemahaman tentang maulid dan
ibadah-ibadah lainnya apakah itu bid’ah atau bukan dan bagaimana sikap kita ??
Ternyata Rasulullah telah mengabarkan solusi dan jalan keluarnya. Rasulullah
bersabda:
فَإِنَّهُ
مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي
فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ، تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا
بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ، فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ
“Sesungguhnya barangsiapa yang hidup
setelahku maka dia akan melihat perbedaan yang sangat banyak, maka wajib atas
kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah khulafa ar rasyidin
setelahku, pegang erat sunnah tersebut dan gigitlah dengan gigi-gigi graham
kalian, dan waspdalah kalian dari hal-hal yang baru, sesungguhnya setiap hal
yang baru (dalam agama) adalah bid’ah dan setiap bidah adalah sesat”[4]
Apakah maulid ada sunnahnya dari Rasulullah ?? Jika tidak
maka kita tinggalkan dan itu wasiat Rasulullah dalam hadits diatas.
Apakah maulid nabi hal yang baru ?? Jika ia maka kita
tinggalkan karena itu adalah wasiat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam
dalam hadits diatas.
Penulis: Muhammad Abdurrahman Al Amiry
loading...
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa