Bab: Keharaman
Madinah
No. Hadist: 1734
حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا ثَابِتُ بْنُ يَزِيدَ
حَدَّثَنَا عَاصِمٌ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَحْوَلُ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ
اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
الْمَدِينَةُ حَرَمٌ مِنْ كَذَا إِلَى كَذَا لَا يُقْطَعُ شَجَرُهَا وَلَا يُحْدَثُ
فِيهَا حَدَثٌ مَنْ أَحْدَثَ حَدَثًا فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ
وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
Telah menceritakan kepada kami Abu An-Nu'man telah menceritakan kepada kami Tsabit bin Tazid telah menceritakan kepada kami 'Ashim Abu 'Abdurrahman Al Ahwal
dari Anas radliallahu 'anhu dari Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Madinah adalah tanah suci dari ini dan
ini. Yaitu tidak boleh ditebang pepohonannya dan tidak boleh berbuat kemungkaran
didalamnya. Barangsiapa yang berbuat kemungkaran (bid'ah) yang dilarang agama
didalamnya maka orang itu akan mendapat laknat dari Allah, para malaikat dan
seluruh manusia".
No. Hadist: 1735
حَدَّثَنَا أَبُو مَعْمَرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ عَنْ أَبِي
التَّيَّاحِ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ وَأَمَرَ بِبِنَاءِ الْمَسْجِدِ فَقَالَ يَا بَنِي
النَّجَّارِ ثَامِنُونِي فَقَالُوا لَا نَطْلُبُ ثَمَنَهُ إِلَّا إِلَى اللَّهِ
فَأَمَرَ بِقُبُورِ الْمُشْرِكِينَ فَنُبِشَتْ ثُمَّ بِالْخِرَبِ فَسُوِّيَتْ
وَبِالنَّخْلِ فَقُطِعَ فَصَفُّوا النَّخْلَ قِبْلَةَ الْمَسْجِدِ
Telah menceritakan kepada kami Abu Ma'mar telah menceritakan kepada kami 'Abdul Warits dari Abu At-Tayyah dari Anas radliallahu 'anhu; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam datang ke Madinah kemudian Beliau
memerintahkan untuk membangun masjid lalu berkata: "Wahai Banu Najar, juallah
kepadaku berapa harga (kebun kalian) ". Mereka menjawab: "Kami tidak menjualnya
kecuali kepada Allah". Maka Beliau memerintahkan quburan-quburan Kaum Musyrikin
agar digali lalu bangunan-bangunannya dihancurkan kemudian diratakan dengan
tanah dan memerintahkan pula agar pohon-pohon kurma ditebang lalu batang
pepohonan itu dipasang bersusun untuk arah qiblat
masjid.
No. Hadist: 1736
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي أَخِي
عَنْ سُلَيْمَانَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ حُرِّمَ مَا بَيْنَ لَابَتَيْ الْمَدِينَةِ عَلَى
لِسَانِي قَالَ وَأَتَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَنِي
حَارِثَةَ فَقَالَ أَرَاكُمْ يَا بَنِي حَارِثَةَ قَدْ خَرَجْتُمْ مِنْ الْحَرَمِ
ثُمَّ الْتَفَتَ فَقَالَ بَلْ أَنْتُمْ فِيهِ
Telah menceritakan kepada kami Isma'il bin 'Abdullah berkata, telah menceritakan kepada saya saudaraku dari Sulaiman dari 'Ubaidullah bin 'Umar dari Sa'id Al Maqbariy dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Daerah yang disucikan
(haram) di Madinah ini adalah antara dua buah batu hitam sebagaimana aku
sabdakan". Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mendatangi desa Banu
Haritsah seraya bersabda: "Aku memandang sepertinya kalian berada diluar dari
tanah haram". Kemudian Beliau terdiam sejenak lalu bersabda lagi: "Tidak, bahkan
kalian berada pada tanah haram".
No. Hadist: 1737
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ عَنْ
أَبِيهِ عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ مَا عِنْدَنَا شَيْءٌ إِلَّا
كِتَابُ اللَّهِ وَهَذِهِ الصَّحِيفَةُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ الْمَدِينَةُ حَرَمٌ مَا بَيْنَ عَائِرٍ إِلَى كَذَا مَنْ أَحْدَثَ
فِيهَا حَدَثًا أَوْ آوَى مُحْدِثًا فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ
وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ لَا يُقْبَلُ مِنْهُ صَرْفٌ وَلَا عَدْلٌ وَقَالَ ذِمَّةُ
الْمُسْلِمِينَ وَاحِدَةٌ فَمَنْ أَخْفَرَ مُسْلِمًا فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ
وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ لَا يُقْبَلُ مِنْهُ صَرْفٌ وَلَا عَدْلٌ
وَمَنْ تَوَلَّى قَوْمًا بِغَيْرِ إِذْنِ مَوَالِيهِ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ
وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ لَا يُقْبَلُ مِنْهُ صَرْفٌ وَلَا عَدْلٌ
قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ عَدْلٌ فِدَاءٌ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami 'Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Al A'masy dari Ibrahim at-Taymiy dari bapaknya dari 'Ali radliallahu 'anhu berkata: "Tidak ada sesuatu yang kami miliki kecuali Kitabulloh dan ash-shahifah
(lembaran-lembaran hadits) ini, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Madinah adalah tanah suci yang wilayahnya antara gurun sahara hingga ini. Maka
barangsiapa yang berbuat kemungkaran (bid'ah) yang dilarang agama didalamnya
atau membantu orang berbuat bid'ah maka orang itu akan mendapat laknat dari
Allah, para malaikat dan seluruh manusia dan tidak akan diterima darinya amalan
'ibadah wajib dan sunnahnya" (atau taubat dan tebusannya). Dan Beliau bersabda:
"Perlindungan Kaum Muslimin adalah satu, maka barangsiapa melepas ikatan
perjanjian dengan seorang muslim maka orang itu akan mendapat laknat dari Allah,
para malaikat dan seluruh manusia dan tidak akan diterima darinya amalan 'ibadah
wajib dan sunnahnya baginya dan barangsiapa yang mengambil perwalian suatu kaum
tanpa seizin walinya maka orang itu akan mendapat laknat dari Allah, para
malaikat dan seluruh manusia dan tidak akan diterima darinya amalan 'ibadah
wajib dan sunnahnya". Berkata, Abu 'Abdullah Al Bukhariy: istilah al'adh
artinya: "Tebusan".
loading...
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa