Bab: Firman Allah
"…mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak…"
No. Hadist: 1382
حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ أَخْبَرَنِي
مُحَمَّدُ بْنُ زِيَادٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ الْمِسْكِينُ
الَّذِي تَرُدُّهُ الْأُكْلَةَ وَالْأُكْلَتَانِ وَلَكِنْ الْمِسْكِينُ الَّذِي
لَيْسَ لَهُ غِنًى وَيَسْتَحْيِي أَوْ لَا يَسْأَلُ النَّاسَ
إِلْحَافًا
Telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Minhal telah menceritakan kepada kami Syu'bah telah mengabarkan kepada saya Muhammad bin Ziad berkata; Aku mendengar Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam: "Bukanlah disebut miskin orang yang
bisa diatasi dengan satu atau dua suap makanan. Akan tetapi yang disebut miskin
adalah orang yang tidak memiliki kecukupan namun dia menahan diri (malu) atau
orang yang tidak meminta-minta secara mendesak".
No. Hadist: 1383
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ
عُلَيَّةَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ الْحَذَّاءُ عَنْ ابْنِ أَشْوَعَ عَنْ الشَّعْبِيِّ
حَدَّثَنِي كَاتِبُ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ كَتَبَ مُعَاوِيَةُ إِلَى
الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ أَنْ اكْتُبْ إِلَيَّ بِشَيْءٍ سَمِعْتَهُ مِنْ
النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَتَبَ إِلَيْهِ سَمِعْتُ
النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ كَرِهَ لَكُمْ
ثَلَاثًا قِيلَ وَقَالَ وَإِضَاعَةَ الْمَالِ وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ
Telah menceritakan kepada kami Ya'qub bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Isma'il bin 'Ulayyah telah menceritakan kepada kami Khalid Al Hadzdza' dari Ibnu Asywa' dari Asy-Sya'biy telah menceritakan kepada saya Penulis Al Mughirah bin Syu'bah berkata; Mu'awiyah menulis surat kepada Al Mughirah bin Syu'bah (yang isinya); "Tuliskanlah untuk aku sesuatu yang kamu dengar dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam ".
Maka dia menulis untuknya: "Aku mendengar Nabi
Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: " Allah membenci untuk kalian tiga hal:
"Orang yang menyampaikan setiap hal yang didengarnya, menyia-nyiakan harta dan
banyak bertanya".
No. Hadist: 1384
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ غُرَيْرٍ الزُّهْرِيُّ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ
بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ صَالِحِ بْنِ كَيْسَانَ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ
قَالَ أَخْبَرَنِي عَامِرُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ أَعْطَى رَسُولُ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَهْطًا وَأَنَا جَالِسٌ فِيهِمْ قَالَ فَتَرَكَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْهُمْ رَجُلًا لَمْ يُعْطِهِ
وَهُوَ أَعْجَبُهُمْ إِلَيَّ فَقُمْتُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَارَرْتُهُ فَقُلْتُ مَا لَكَ عَنْ فُلَانٍ وَاللَّهِ إِنِّي
لَأَرَاهُ مُؤْمِنًا قَالَ أَوْ مُسْلِمًا قَالَ فَسَكَتُّ قَلِيلًا ثُمَّ
غَلَبَنِي مَا أَعْلَمُ فِيهِ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا لَكَ عَنْ فُلَانٍ
وَاللَّهِ إِنِّي لَأَرَاهُ مُؤْمِنًا قَالَ أَوْ مُسْلِمًا قَالَ فَسَكَتُّ
قَلِيلًا ثُمَّ غَلَبَنِي مَا أَعْلَمُ فِيهِ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا
لَكَ عَنْ فُلَانٍ وَاللَّهِ إِنِّي لَأَرَاهُ مُؤْمِنًا قَالَ أَوْ مُسْلِمًا
يَعْنِي فَقَالَ إِنِّي لَأُعْطِي الرَّجُلَ وَغَيْرُهُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْهُ
خَشْيَةَ أَنْ يُكَبَّ فِي النَّارِ عَلَى وَجْهِهِ وَعَنْ أَبِيهِ عَنْ صَالِحٍ
عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ مُحَمَّدٍ أَنَّهُ قَالَ سَمِعْتُ أَبِي يُحَدِّثُ بِهَذَا
فَقَالَ فِي حَدِيثِهِ فَضَرَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
بِيَدِهِ فَجَمَعَ بَيْنَ عُنُقِي وَكَتِفِي ثُمَّ قَالَ أَقْبِلْ أَيْ سَعْدُ
إِنِّي لَأُعْطِي الرَّجُلَ قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ } فَكُبْكِبُوا { قُلِبُوا فَكُبُّوا } مُكِبًّا { أَكَبَّ الرَّجُلُ إِذَا كَانَ فِعْلُهُ غَيْرَ وَاقِعٍ عَلَى أَحَدٍ
فَإِذَا وَقَعَ الْفِعْلُ قُلْتَ كَبَّهُ اللَّهُ لِوَجْهِهِ وَكَبَبْتُهُ
أَنَا
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ghurair Az Zuhri
telah menceritakan kepada kami Ya'qub bin Ibrahim dari bapaknya dari Shalih bin Kaisan dari Ibnu Syihab berkata, telah mengabarkan kepada saya 'Amir bin Sa'ad dari bapaknya berkata; "Rasulullah
Shallallahu'alaihiwasallam memberikan suatu harta dari shadaqah sedangkan saat
itu aku sedang duduk di tengah-tengah mereka. Saat itu Rasulullah
Shallallahu'alaihiwasallam membiarkan dan tidak memberi seorang pun dari mereka,
padahal orang itu adalah yang paling menakjubkan aku diantara mereka yang hadir.
Maka aku menemui Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam dan aku mendekati beliau
seraya aku bertanya: "Wahai Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, bagaimana
dengan si fulan?. Demi Allah sungguh aku memandangnya dia sebagai seorang
mu'min. Nabi Shallallahu'alaihiwasallam membalas: "atau dia muslim?". Kemudian
aku terdiam sejenak lalu aku terdorang untuk lebih mengetahui apa yang dimaksud
Beliau Shallallahu'alaihiwasallam, maka aku ulangi ucapanku: "Wahai Rasululloh
Shallallahu'alaihiwasallam bagaimana dengan si fulan?". Demi Allah, sungguh aku
memandangnya sebagai seorang mu'min. Nabi Shallallahu'alaihiwasallam membalas:
atau dia muslim? Aku masih terdiam sejenak lalu aku terdorang lagi untuk lebih
memastikan apa yang dimaksudnya hingga aku ulangi lagi pertanyaanku: "Wahai
Rasululloh Shallallahu'alaihiwasallam bagaimana dengan si fulan?". Demi Allah,
sungguh aku memandangnya sebagai seorang mu'min. Lalu Nabi
Shallallahu'alaihiwasallam menjelaskan: "Sungguh aku memberikan kepada seseorang
atau selain dia lebih aku sukai dari pada memberi kepada dia karena aku takut
kalau dia akan dicampakkan mukanya ke neraka". Dan dari bapaknya dari Shalih dari Isma'il bin Muhammad bahwa dari berkata; Aku mendengar bapakku menceritakan sepereti ini yang dia ceritakan dalam hadits yang diceritakannya:
Maka Rasulullah
Shallallahu'alaihiwasallam memukulkan kedua tangannya lalu mengumpulkannya
diantara leher dan pundaknya kemudian bersabda: "Dengarlah Sa'ad, sungguh aku
memberikan kepada seseorang ….". Berkata, Abu 'Abdullah
Al Bukhariy: (QS. Asy-Syu'ara ayat 94) artinya: "Dibalik (wajah mereka) lalu
dibenamkan". Sedangkan (Al Mulk ayat 22) artinya: "Seseorang dikatakan
terjungkal bila perbuatannya tidak realistis dan jika dia benar berbuat kamu
akan mengatakannya Allah menjungkalkan wajah orang itu begitu juga
aku".
No. Hadist: 1385
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ
عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ
عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ
الْمِسْكِينُ الَّذِي يَطُوفُ عَلَى النَّاسِ تَرُدُّهُ اللُّقْمَةُ
وَاللُّقْمَتَانِ وَالتَّمْرَةُ وَالتَّمْرَتَانِ وَلَكِنْ الْمِسْكِينُ الَّذِي
لَا يَجِدُ غِنًى يُغْنِيهِ وَلَا يُفْطَنُ بِهِ فَيُتَصَدَّقُ عَلَيْهِ وَلَا
يَقُومُ فَيَسْأَلُ النَّاسَ
Telah menceritakan kepada kami Isma'il bin 'Abdullah berkata, telah menceritakan kepada saya Malik dari Abu Az Zanad dari Al A'raj dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Bukanlah disebut miskin
orang berkeliling meminta-minta kepada manusia dan bisa diatasi dengan satu atau
dua suap makanan atau satu dua butir kurma. Akan tetapi yang disebut miskin
adalah orang yang tidak mendapatkan seseorang yang bisa memenuhi kecukupannya,
atau yang kondisinya tidak diketahui orang sehingga siapa tahu ada yang
memberinya shedaqah atau orang yang tidak meminta-minta kepada
manusia".
No. Hadist: 1386
حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصِ بْنِ غِيَاثٍ حَدَّثَنَا أَبِي
حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ حَدَّثَنَا أَبُو صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ
النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَأَنْ يَأْخُذَ أَحَدُكُمْ
حَبْلَهُ ثُمَّ يَغْدُوَ أَحْسِبُهُ قَالَ إِلَى الْجَبَلِ فَيَحْتَطِبَ فَيَبِيعَ
فَيَأْكُلَ وَيَتَصَدَّقَ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ النَّاسَ قَالَ أَبُو
عَبْد اللَّهِ صَالِحُ بْنُ كَيْسَانَ أَكْبَرُ مِنْ الزُّهْرِيِّ وَهُوَ قَدْ
أَدْرَكَ ابْنَ عُمَرَ
Telah menceritakan kepada kami 'Umar bin Hafsh bin Ghiats telah menceritakan kepada kami bapakku telah menceritakan kepada kami Al A'masy telah menceritakan kepada kami Abu Shalih dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam
bersabda: "Sungguh seorang dari kalian yang mengambil talinya lalu pergi. Kata
Beliau; ke gunung lalu dia mencari kayu bakar kemudian dia menjualnya lalu dari
dia dapat makan dan bershadaqah lebih baik baginya daripada meminta manusia".
Berkata, Abu 'Abdullah Al Bukhariy: Shalih bin Kaisan lebih tua dari pada Az
Zuhriy dan dia semasa hidupnya bertemu dengan Ibnu'Umar radliallahu
'anhuma.
loading...
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa